Senin, 24 Juli 2023

MEMAHAMI DAN MENGHITUNG SUBNETTIING DI CIDR & VLSM


           MEMAHAMI DAN MENGHITUNG SUBNETTIING DI CIDR & VLSM



    Untuk anak tjkt atau anak TI, subnetting  akan menjadi makanan harian bila terjun ke dalam jaringan komputer.Subnetting adalah membagi jaringan yang berukuran besar menjadi berukuran lebih kecil.Ada alasan mengapa di jaringan membutuhkan subnetting sebagai berikut:

  1. Untuk mereduksi traffic jaringan
  2. Mengoptimasi performasi jaringan
  3.  Memudahkan manajemen
  4.  Mengefektifkan jaringan yang dibatasi area geografis luas.
    Ada 2 cara dalam menghitung subnetting yaitu dengan CIDR & VLSM.
  • CIDR ( Classless Inter-Domain Routing)
    Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengalokasikan dan perutean alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A,kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Sering juga disebut sebagai sepernetting.
    Keuntungan utama CIDR adalah memungkinkan server dalam mengalokasikan alamat IP secara evisien.Teknik subnetting CIDR memiliki kekurangan yaitu banyak IP Address yang tidak terpakai.Subnetmask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda-beda mengikuti kelas-kelasnya yaitu :

·         kelas C : /25 sampai /30 (dengan penghitungan pada octet  ke 4)

·         kelas B : /17 sampai /30 (dengan peghitungan pada octet ke 3 dan 4)

·         kelas A : /8 sampai /30   (dengan peghitungan pada octet ke 2, 3, dan 4)


beBerikut tabel yang pertama kali di perkenalkan pada tahun 1922 oleh IEFT: 

Subnet Mask

Nilai CIDR

255.128.0.0

/9

255.192.0.0

/10

255.224.0.0

/11

255.240.0.0

/12

255.248.0.0

/13

255.252.0.0

/14

255.254.0.0

/15

255.255.0.0

/16

255.255.128.0

/17

255.255.192.0

/18

255.255.224.0

/19

Subnet Mask

Nilai CIDR

255.255.240.0

/20

255.255.248.0

/21

255.255.252.0

/22

255.255.254.0

/23

255.255.255.0

/24

255.255.255.128

/25

255.255.255.192

/26

255.255.255.224

/27

255.255.255.240

/28

255.255.255.248

/29

255.255.255.252

/30

 A. Menghitung Subnet Kelas C

        Pada kelas C penghitungan yang digunakan adalah pada octet ke 4.Misal diketahui suatu IP 192.168.1.0/26. Berarti subnetmasknya /26 yaitu 255.255.255.192, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.11000000.

  1. Jumlah Subnet = 2(dimana x adalah banyaknya bineri 1 pada octet terakhir (yang bergaris bawah) untuk kelas C). Jadi Jumlah Subnetnya adalah 22 = 4 subnet.
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2 (dimana y adalah banyaknya bineri 0 pada octet terakhir untuk kelas C). Jadi Jumlah Host per Subnetnya adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – nilai octet terakhir subnetmask. Jadi Blok Subnetnya adalah 256 – 192 = 64. Untuk subnet berikutnya ditambahkan hasil dari blok subnet tersebut. Jadi Blok Subnet seluruhnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Kita buat tabelnya seperti berikut dengan catatan :

          Subnet             : sesuai pada blok subnet.

          Host Pertama : 1 angka setelah subnet.

          Broadcast        : 1 angka sebelum subnet berikutnya.

          Host terakhir   : 1 angka sebelum broadcast.

Subnet

192.168.1.0

192.168.1.64

192.168.1.128

192.168.1.192

Host Pertama

192.168.1.1

192.168.1.65

192.168.1.129

192.168.1.193

Host Terakhir

192.168.1.62

192.168.1.126

192.168.1.190

192.168.1.254

Broadcast

192.168.1.63

192.168.1.127

192.168.1.191

192.168.1.255

      B. Menghitung Subnet Kelas B

    Untuk kelas B ada 2 teknik yang digunakan dalam perhitungan. Untuk subnetmask /17 sampai /24, perhitungannya sama persis dengan kelas C, tetapi pada kelas B terletak pada octet ke 3 saja yang digunakan. Sedangkan untuk subnetmask /25 sampai /30 perhitungannya yaitu pada octet ke 3 dan 4.

    Misal diketahui suatu IP 172.16.0.0/25. Berarti subnetmasknya /25 yaitu 255.255.255.128jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.10000000.

  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi Blok Subnet seluruhnya adalah (0, 128)
  4. Tabelnya menjadi :

Subnet

172.16.0.0

172.16.0.128

172.16.1.0

172.16.255.128

Host Pertama

172.16.0.1

172.16.0.129

172.16.1.1

172.16.255.129

Host Terakhir

172.16.0.126

172.16.0.254

172.16.1.126

172.16.255.254

Broadcast

172.16.0.127

172.16.0.255

172.16.1.127

172.16.255.255

            C. Menghitung Subnet Kelas A

    Pada kelas A perhitungan dilakukan pada octet ke 2, 3 dan 4.Misal diketahui suatu IP 10.0.0.0/16. Berarti subnetmasknya /16 yaitu 255.255.0.0, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.00000000.00000000.

  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi Blok Subnet seluruhnya : 0,1,2,3,4, dst.
  4. Tabelnya menjadi :

Subnet

10.0.0.0

10.1.0.0

10.254.0.0

10.255.0.0

Host Pertama

10.0.0.1

10.1.0.1

10.254.0.1

10.255.0.1

Host Terakhir

10.0.255.254

10.1.255.254

10.254.255.254

10.255.255.254

Broadcast

10.0.255.255

10.1.255.255

10.254.255.255

10.255.255.255

  • VLSM (Variable Length Subnet Mask)
    Metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnetmask, berbeda jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnetmask saja. VLSM memiliki manfaat untuk mengurangi jumlah alamat yang terbuang. 


Berikut cara menghitung VLSM:

     Pertama, kita cari host yang paling banyak digunakan.yaitu pada LAN4 dengan 58 Host, LAN1 (26 Host), LAN2 (10 Host), LAN3 (10 Host), dan masing-masing WAN 2 Host. Disini diberikan IP 192.168.1.0/24, dan kita akan membaginya dengan VLSM.

NetMaskDesimal

NetMaskBiner

Format CIDR

Jumlah Host

255.255.255.0

11111111.11111111.11111111.00000000

/24

254

255.255.255.128

11111111.11111111.11111111.10000000

/25

126

255.255.255.192

11111111.11111111.11111111.11000000

/26

62

255.255.255.224

11111111.11111111.11111111.11100000

/27

30

255.255.255.240

11111111.11111111.11111111.11110000

/28

14

255.255.255.248

11111111.11111111.11111111.11111000

/29

6

255.255.255.252

11111111.11111111.11111111.11111100

/30

2

 

 

 

 

 

 

 

1. Menghitung IP untuk LAN4 ( 58 Host )
Jika kita menggunakan /24 tentunya terlalu banyak Host yang tersisa (tidak digunakan), karena kita hanya butuh 58 Host. Kita tentukan subnetmask yang memiliki host lebih dari 58, dilihat dari table diatas yang terpenuhi adalah /26 (62 Host) dengan subnet 255.255.255.192.
berikut adalah peluang alamat IP yang digunakan dari /26:

Network

IP Range

Broadcast

.0

.1-.62

.63

.64

.65-.126

.127

.128

.129-.190

.191

.192

.193-.254

.255


untuk 58 Host kita menggunakan IP Address 192.168.1.0/26
Network 192.168.1.0
IP Range 192.168.1.1-192.168.1.62
Broadcast 192.168.1.63

2. Menghitung IP untuk LAN1 ( 26 Host )
Kita tentukan subnetmask yang memiliki 26 host lebih, dilihat dari table subnetting di atas yang terpenuhi adalah /27 (30 Host) dengan subnet 255.255.255.224.
Karena diLAN4 telah menggunakan IP 192.168.1.0/26 , maka kita akan menggunakan IP dibawahnya yang belum digunakan yaitu 192.168.1.64/26. Seperti cara sebelumnya kita akan merubah subnetmasknya menjadi 255.255.255.224.
berikut kemungkinan IP yang digunakan (/27):

Network

IP Range

Broadcast

.64

.65-.94

.95

.96

.97-.126

.127

.128

.129-.158

.159

.160

.161-.190

.191


untuk 58 Host kitamenggunakan IP Address 192.168.1.0/27
Network 192.168.1.64
IP Range 192.168.1.65-192.168.1.94
Broadcast 192.168.1.95

3. Menghitung IP untuk LAN3 ( 10 Host )

Kita tentukan subnetmask yang memiliki 10 host lebih, dilihat dari table subnetting di atas yang terpenuhi adalah /28 (14 Host) dengan subnet 255.255.255.240.
Karena diLAN4 telah menggunakan IP 192.168.1.64/27 , maka kita akan menggunakan IP dibawahnya yang belum digunakan yaitu 192.168.1.96/27. Seperti cara sebelumnya kita akan merubah subnetmasknya menjadi 255.255.255.240.
berikut kemungkinan IP yang digunakan (/28):

Network

IP Range

Broadcast

.96

.97-.110

.111

.112

.113-.126

.127

.128

.129-.142

.143

.144

.145-.158

.159

Karena ada 2 LAN yang butuh 10 Host kita menggunakan IP address 192.168.1.96/28 dan 192.168.1.112/28
Network 192.168.1.96
IP Range 192.168.1.97-192.168.1.110
Broadcast 192.168.1.111

Network 192.168.1.112
IP Range 192.168.1.113-192.168.1.126
Broadcast 192.168.1.127

4. Menghitung WAN untuk LAN2 dan LAN3 ( 2 Host )
Kita tentukan subnetmask yang memiliki 2 host atau lebih, dilihat dari table subnetting di atas yang terpenuhi adalah /30 (2 Host) dengan subnet 255.255.255.252.
Karena di LAN sebelumnya telah menggunakan IP 192.168.1.96/28 dan 192.168.1.112/28, maka kita akan menggunakan IP dibawahnya yang belum digunakan yaitu 192.168.1.128/28. Seperti cara sebelumnya kita akan merubah subnetmasknya menjadi 255.255.255.252.
berikut kemungkinan IP yang digunakan (/30):

Network

IP Range

Broadcast

.128

.129-.130

.131

.132

.133-.134

.135

.136

.137-.138

.139

.140

.141-.142

.143

.144

.145-.146

.147

3.      Karena ada 3 WAN yang butuh 2 Host kita menggunakan IP address 192.168.1.128/30, 192.168.1.132/30 dan 192.168.136/30
Network 192.168.1.128
IP Range 192.168.1.129-192.168.1.130
Broadcast 192.168.1.131

Network 192.168.1.132
IP Range 192.168.1.133-192.168.1.134
Broadcast 192.168.1.135

Network 192.168.1.136
IP Range 192.168.1.137-192.168.1.138
Broadcast 192.168.1.139

SEKIAN TERIMA KASIH, BILA ADA SALAH HARAP DI MAAFKAN SEE YOU

SUMBER : https://agustinayosicicilia.wordpress.com/2013/10/23/menghitung-subnetting-cidr-dan-vlsm/



a